Paud Kusuma Bangsa. Diberdayakan oleh Blogger.

.

RSS

Tema dan Sentra

Metoda yang dipilih agar materi dapat diterima anak dengan utuh, antara lain:Tema dan Sentra

A. Tema merupakan bingkai materi yang telah direncanakan agar:
  • Semua materi dapat diberikan, tidak ada yang tercecer.
  • Penggunaan waktu efektif,  tidak ada materi yang diberikan yang tidak dibutuhkan anak.
  • Penggunaan waktu efisien, tidak ada yang tumpang tindih.
  • Semua materi yang akan disampaikan pada anak melalui hal-hal yang tersekat dengan anak. 

B. Sentra adalah pusat kegiatan pembelajaran dengan metoda bermain sambil belajar yang dirancang untuk mengembangkan seluruh potensi anak.

Apa itu Sentra ?

  • Sentra sebagai perwujudan dari dunia dan pikiran anak.  
  • Menghubungkan dunia anak sebagai pembelajar yang aktif dengan dunia yang diketahuinya. Karena itu perlu dirancang untuk memotivasi anak agar terlibat di dalamnya.
  • Sentra merupakan aplikasi dari pembelajaran yang terintregrasi.
  • Setiap sentra di dukung alat dan bahan main yang dapat digunakan anak sesuai dengan gagasannya. Sentra bisa dibuka di dalam maupun di luar ruangan. 
Mengapa Sentra ?


  • Sentra merupakan bengkel kerja dan perpustakaan bagi anak usia dini (Kostelnik, 1999)
  • Sentra mengakomodasikan perbedaan tahapan bermain anak, irama perkembangan dan cara belajar anak. 
  • Anak memerlukan waktu yang cukup untuk bermain di sentra. Karena keterlibatan anak dalam satu sentra pada satu waktu lebih baik dibandingkan dengan mengunjungi beberapa sentra.
  • Memiliki waktu yang cukup di sentra diperlukan untuk memilih bahan main, persistensi (fokus dalam bermain), penguatan konsep, diskusi aktivitasi, dan penerapan tahapan main. 

Penataan Sentra

Persyaratan
  1. Aman (anti toxic, tidak runcing, tidak licin)
  2. Nyaman (ukuran ruang dan anak ideal, leluasa, memperhatikan pencahayaan ruang, ventilasi, pewarnaan ruang, suhu ruang, dan sebagainya.
  3. Mendukung kepekaan personal (furnitur seukuran anak, alat dan bahan merefleksikan kehidupan anak di rumah, dan sebagainya)
  4. Dapat diperkirakan (ditata konsisten, diberi nama, dan sebagainya)
  5. Menarik (menumbuhkan inisiatif anak dan mendukung keterlibatan dalam kegiatan main dalam waktu yang lama (densitas main, mendukung 3 jenis main, dan sebagainya)
  6. Mendukung perkembangan bahasa (reseptif: mendengar serta ekspresif: lisan/berbicara) dan soaial (alat dan bahan main ditata untuk minimal 2 anak, mendukung keaksaraan, dan sebagainya)
  7. Menata kegiatan main yang mendukung interaksi sosial (anak lebih kecil memerlukan ruangan yang lebih luas daripada anak yang besar)

     
     
     
     
     
    Read More - Tema dan Sentra

    • Digg
    • Del.icio.us
    • StumbleUpon
    • Reddit
    • RSS

    Prinsip layanan Pos PAUD

    1. Optimalisasi Program Kehadiran  Pos PAUD mendukung keberadaan Posyandu yang memberikan pelayanan dasar kesehatan dan gizi untuk balita dan memperkuat layanan BKB (Bina Keluarga Balita) yang memberikan pengetahuan dan keterampilan mendidik kepada keluarga/orangtua balita. 
    2. Optimalisasi Ketenagaan. Sejauh mungkin Pos PAUD memanfaatkan tenaga kader yang sudah ada dengan penambahan pengetahuan dan keterampilan mendidik anak melalui pelatihan. Namun demikian apabila kader yang ada dirasakan kurang memadai, baik jumlah maupun kemampuannya, maka dapat menambah kader baru yang khusus menangani layanan Pos Paud.
    3. Optimalisasi Prasarana. Program PAUD dapat memanfaatkan prasarana yang dimiliki masyarakat, tanpa harus membangun baru. Bahkan apabila tidak ada bangunan yang memadai, kegiatan dapat dilaksanakan dengan memanfaatkan halaman atau serambi masjid/mushola atau prasarana lainnya, sepanjang aman bagi anak. kegiatan ini dapat juga dilakukan di rumah penduduk/kader.
    4. Optimali Sarana. Kegiatan Pos PAUD membutuhkan sarana dan alat bermain yang dapat digunakan anak untuk mengembangkan kemampuannya melalui bermain. Sarana dan alat bermain menjadi faktor penunjang yang penting, namun tidak berarti harus menggunakan sarana dan alat bermain pabrikan (harus membeli). Penggunaan limbah lingkungan yang di daur ulang menjadi alat bermain sangat disarankan.
    5. Berpusat pada Anak. Kegiatan Pos PAUD bertujuan untuk melejitkan semua potensi yang dimiliki anak.  mengingat bahwa kecepatan perkembangan setiap anak berbeda, maka kegiatan harus diarahkan untuk memenuhi kebutuhan masing-masinganak sesuai dengan tahab perkembangannya. Pos PAUD tidak ditujukan untuk men-drill anak dengan kemampuan tertentu yang tidak sesuai dengan tahab perkembangan anak, sekedar untuk memenuhi keinginan orangtua, karena akan merugikan bagi perkembangan anak itu sendiri.
    Read More - Prinsip layanan Pos PAUD

    • Digg
    • Del.icio.us
    • StumbleUpon
    • Reddit
    • RSS

    Dasar Hukum Pendirian POS PAUD

    1. Undang-Undang Dasar 1945
    2. Undang-Undang No 4 Tahun 1974 tentang Kesejahteraan Anak.
    3. Undang-Undang No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.
    4. Undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sitem Pendidikan Nasional.
    5. Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
    6. Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 7 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2004-2009.
    7. Keputusan Menteri Pendidikan nasional No. 13 Tahun 2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Direktorat Jenderal Pendidikan Luar Sekolah, Pendidikan Nasional.
    8. Rencana Strategis Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2005-2009.  
    Undang_Undang dasar 1945 mengamanatkan agar pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan Nasional yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dalam undang-undang.

    Undang-Undang No. 20 tahun 2003 tentang Sitem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah "Suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut".

    Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan nasional No. 13 Tahun 2005, PAUD Nonformal  berada di bawahh pembinaan Direktorat PAUD. Direktorat Jenderal Pendidikan Luar Sekolah (Ditjen PLS). Sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya, Direktorat PAUD berkewajiban menyiapkan berbagai pedoman yang bisa dijadikan acuan oleh masyarakat yang akan menyelengarakan PAUD Nonformal, termasuk Pos PAUD.Kebijakan Depdiknas di bidang PAUD adalah:
    1. Meningkatkan pemerataan dan akses layanan PAUD
    2. Meningkatkan mutu, relevansi dan daya saing PAUD
    3. Meningkatkan good govermance, akuntabilitas dan pencitraa yang positif di bidang PAUD. 
    Untuk itu maka perlu adanya pedoman sekurang-kurangnya berisi tentang apa, mengapa dan bagaimana pelaksanaannya.  Salah satu bentuk satuan PAUD Sejenis adalah program PAUD yang diintegrasikan dengan program Bina Keluarga Balita (BKB) dan Pos Pelayanan terpadu (Posyandu), yang selanjutnya di sebut Pos PAUD. 

    Sumber:  Departemen Pendidikan Nasional Direktorat jenderal Pendidikan Luar Sekolah Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini , Pedoman Tehnis Penyelenggaraan Pos Paud, 2006
    Read More - Dasar Hukum Pendirian POS PAUD

    • Digg
    • Del.icio.us
    • StumbleUpon
    • Reddit
    • RSS

    Mandat Ibu Lurah


    Pada pertemuan PKK pada tanggal 11 September 2010, tiba-tiba ibu Yuni Gunawan (Ibu Ketua PKK Kelurahan Payaman) memberi tugas baru pada saya untuk menyelenggarakan Pendidikan Anak usia Dini di Kelurahan Payaman kecamatan Nganjuk Kabupaten Nganjuk. Pada awalnya saya sempat heran, mengapa harus saya? Mengapa bukan ibu pengurus PKK yang lainnya?. Padahal di Kelurahan Payaman masih banyak ibu-ibu yang lebih kompeten dibandingkan saya. Namun setelah agak lama melakukan adu argumentasi bersama pengurus yang lainnya. Akhirnya saya terima tugas baru ini dengan senang hati.

    Hari itu juga saya dikenalkan dengan beberapa ibu Kader Posyandu yang sudah lebih dahulu di tunjuk Bapak Gunawan selaku Lurah Desa Payaman untuk menjadi pendamping PAUD. hari ini juga saya melakukan koordinasi dan menyiapkan segala persyaratan untuk mendirikan PAUD.  Beruntung saya memiliki Lurah yang sangat kreatif, inovatif dan pekerja keras. Saya dan teman-teman guru pendamping kebagian tugas mempelajari kurikulum dan mempersiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan kurikulum sekaligus persiapan proses KBM (Kegiatan Belajar mengajar) sedangkan Bapak Lurah beserta Perangkat Desa mempersiapkan proposal pendiriannya.

    PERSIAPAN

    1. Menyiapkan Tempat. Beruntung kami bisa menempati  Balai Pertemuan RW X yang beralamat di Jl. A. Yani I. Sehingga kami lebih nyaman melakukan proses Kegiatan Belajar Mengajar.
    2. Menyiapkan Pendidik. a. Mulai hari pertengahan September 2010, kami berempat melakukan proses magang di PAUD SKB (Sanggar Kegiatan Belajar) Nganjuk yang beralamat di Jl. Mas Trip seminggu dua kali. Khusus untuk saya yang kebetulan mengajar di SMK Negeri I Kertosono hanya bisa menemani teman-teman magang seminggu sekali.  Hanya pada saat saya tidak jam mengajar di SMK. Tujuan magang adalah memberikan pengalaman praktik kepada calon pendidik PAUD.Bukan hanya di PAUD SKB teman-teman juga ikut magang di PAUD Aisiyah Bogo Nganjuk.  b. Ketiga calon pendidik mengikuti beberapa kali pelatihan di Kecamatan maupun di beberapa tempat pelatihan calon pendidik PAUD lainnya.
    3. Menyiapkan APE (Alat Permainan Edukatif), disiapkan oleh ibu Lurah beserta ibu Carik. Sedangkan beberapa alat dan bahan lainnya kami belanja sendiri. 
    4. menyiapkan administrasi kelompok dan pencatatan perkembangan anak dikerjakan oleh Ibu Nana, ibu reni dan Ibu Endang.
    5. Pengenalan metode pembelajarn kepada orangtua. Kami laksanakan pada awal pertemuan. Dilanjutkan setiap awal bulan.
    Read More - Mandat Ibu Lurah

    • Digg
    • Del.icio.us
    • StumbleUpon
    • Reddit
    • RSS

    Langkah-langkah Pelaksanaan Pos PAUD

    A. PERSIAPAN
    1. Penyiapan pendidik dan pengelola melalui pelatihan dan pemagangan. Pelatihan dapat memberikan pembekalan konsep sedangkan magang memberikan pengalaman praktik.
    2. Penyiapan tempat dan Alat Permainan Edukatif (APE) sesuai dengan jenis sentra yang akan dibuka dan tingkatan usia anak.
    3. Penyiapan administrasi kelompok dan pencatatan perkembangan anak.
    4. Pengenalan metode pembelajaran kepada orangtua. kegiatan ini penting agar orangtua mengenal metode ini sehingga tidak protes ketika kegiatan anaknya hanya bermain. Mintalah orangtua untuk mencoba bermain di setiap sentra main yang disiapkan untuk anak agar merasakan sendiri nuansanya. Kegiatan ini hendaknya dilakukan setiap awal tahun ajaran baru sebelum anak mulai belajar.
      

    B. PELAKSANAAN
    1. Bukalah sentra secara bertahap, sesuai dengan kesiapan pendidik dan sarana pendukung lainnya.
    2. Gilirlah setiap kelompok untuk bermain sesuai dengan jadwal. Setiap kelompok dalam satu hari hanya bermain di satu sentra saja.
    3. Berikan variasi dan kesempatan bermain yang cukup kepada setiap anak agar tidak bosan dan berebut.
    4. Seiring dengan kesiapan pendidik dan sarana pendukung, tambahlah sentra baru apabila belum lengkap. 
    5. Lengkapi setiap sentra dengan berbagai jenis APE (Alat Permainan Edukatif) baik yang buatan pabrik maupun dikembangkan sendiri dengan memanfaatkan bahan limbah dan lingkungan alam sekitar.
    Read More - Langkah-langkah Pelaksanaan Pos PAUD

    • Digg
    • Del.icio.us
    • StumbleUpon
    • Reddit
    • RSS

    Prinsip Pendekatan Sentra dan Lingkaran

    1. Keseluruhan proses pembelajarannya berdasarkan pada teori dan pengalaman empirik.
    2. Setiap proses pembelajaran harus ditujukan untuk merangsang seluruh aspek kecerdasan anak (Kecerdasan Majemuk) melalui bermain yang terencana dan terarah serta dukungan pendidik dalam bentuk empat jenis pijakan. 
    3. Menempatkan penataan lingkungan main sebagai pijakan awal yang merangsang anak untuk aktif, kreatif, fan terus berpikir dengan menggali pengalamannya. 
    4. Menggunakan standar operasional  yang baku dalam proses pembelajaran
    5. Mensyaratkan pendidik dan pengelola program untuk mengikuti pelatihan sebelum meneapkan metode ini
    6. Melibatkan orangtua dan keluarga sebagai satu kesatuan proses pembelajaran untuk mendukung kegiatan anak di rumah.
    Read More - Prinsip Pendekatan Sentra dan Lingkaran

    • Digg
    • Del.icio.us
    • StumbleUpon
    • Reddit
    • RSS

    Prinsip Perkembangan Anak

    1. Anak akan belajar dengan baik apabila kebutuhan fisiknya terpenuhi serta merasa aman dan nyaman dalam lingkungan.
    2. Anak belajar terus menerus, mulai membangun pemahaman tentang sesuatu, mengekplorasi lingkungan, menemukan kembali suatu konsep, hingga mampu membuat sesuatu yang berharga.
    3. Anak belajar melalui interkasi sosial, baik dengan orang dewasa maupun teman sebaya.
    4. Minat dan ketekunan anak akan memotivasi belajar anak. 
    5. Perkembangan dan gaya belajar anak harus dipertimbangkan sebagai perbedaan individu.
    6. Anak belajar dari hal-hal yang sederhana sampai yang komplek, dari hal yang konkrit ke abstrak, dari yang berupa gerakan ke bahasa verbal, dan dari diri sendiri ke interaksi dengan orang lain.
    Read More - Prinsip Perkembangan Anak

    • Digg
    • Del.icio.us
    • StumbleUpon
    • Reddit
    • RSS

    Prinsip Pendidikan Anak Usia Dini

    Penyelenggaraan pendidikan anak usia dini di dasarkan atas prinsip-pinsip sebagai berikut: 
    1. Berorientasi pada kebutuhan anak. Kegiatan pembelajaran harus selalu ditujukan pada  pemenuhan kebutuhan perkembangan anak secara individu. 
    2. Kegiatan belajar dilakukan me lalui bermain. Dengan bermain yang menyenangkan dapat merangsang anak untuk melakukan eksprlorasi dengan menggunakan benda-benda yang ada di sekitarnya, sehingga anak menemukan pengetahuan dari bend-benda yang dimainkannya.
    3. Merangsang munculnya kreatifitas dan inovasi. Kreativitas dan inovasi tercermin melalui kegiatan yang membuat anak tertarik, fokus, serius dan konsentrasi.
    4. Menyediakan lingkungan yang mendukung proses belajar. Lingkungan harus diciptakan menjadi lingkungan yang menarik dan menyenangkan bagi anak selama anak bermain. 
    5. Mengembangkan kecakapan hidup anak. Kecakapan hidup diarahkan untuk membantu anak mandiri, disiplin, mampu bersosialisasi, dan memiliki ketrampilan dasar yang berguna bagi kehidupannya kelak.
    6. Menggunakan berbagai sumber dan media belajar yang ada di lingkungan sendiri.
    7. Dilaksanakan secara bertahap dan berulang-ulang dengan mengacu pada prinsip-prinsip perkembangan anak. 
    8. Rangsangan pendidikan bersifat menyeluruh yang mencakup semua aspek perkembangan. Setiap kegiatan anak sesungguhnya dapat mengembangkan seluruh aspek perkembangan kecerdasannya. Tugas pendidik (guru/Kader/Pamong) adalah memfasilitasi agar semua aspek perkembangan anak dapat berkembang secara optimal.
    9.  
       Sumber: DEPDIKNAS Direktorat Jenderal PLS Direktorat PAUD,  "Pedoman Penerapan Pendekatan Sentra dan Lingkaran dalam PAUD"
    Read More - Prinsip Pendidikan Anak Usia Dini

    • Digg
    • Del.icio.us
    • StumbleUpon
    • Reddit
    • RSS

    Bahagia Itu Menular. Benarkah?

    Bukan hanya penyakit yang bisa menular. Rasa bahagia atau gembira pun bisa menular. Anda yang sedang diliputi kebahagiaan bisa menularkannya kepada keluarga, teman maupun tetangga. Benarkah?.
    Teringat kejadian di kelas X Busana Butik 1 beberapa tahun yang lalu. Seperti biasa saya mengajar IPA pada jam terakhir jam 7 – 8. Biasanya suasana kelas sangat panas, namun hari itu sangat berbeda. Segar dan nyaman.
    “Hari ini ada yang berbeda. Siapa yang sedang bahagia hingga mampu membuat suasana kelas terasa segar dan nyaman?”, tanya saya pada anak-anak.
    “Tidak ada bu, biasa saja”, jawab Santi.
    “Ada bu ... ada. Hari ini Lina sedang bahagia. Pagi tadi diantar ke sekolah pacarnya!”, kata Mei kembaran Lina.
    Saya lihat Lina tersipu malu. Dan ternyata benar, saya melihat cahaya terpancar wajahnya yang cantik. Mei dan Lina anak kembar. Mereka berdua anak-anak yang manis dan cerdas. Meskipun sedikit agak berbeda, Lina anaknya pendiam. Sedangkan Mei anaknya cerdas dan selalu ceria.
    “Ah, masa iya?’, tanya saya pada Mei.
    “Benar bu, hari ini Lina sangat bahagia”, sambung Tina rekan sebangku Lina.
    Satu siswa bahagia bisa mempengaruhi suasana kelas. Perasaan bahagia menyebar tanpa kendali. Membuat perasaan bahagia di hati. Apalagi jika semua anggota kelas semua bahagia. Tentu lebih menyenangkan lagi.
    Saya juga sering mengalami pancaran kebahagiaan yang disebarkan oleh teman-teman dan tetangga di sekitar rumah. Begitu juga sebaliknya. Kami sering mendiskusikan hal ini bersama ibu-ibu di pertemuan PKK Kelurahan. Maupun teman-teman guru di sekolah. Bahagia merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia. Supaya terhindar dari stres dan stroke.
    Menurut Prof. Nicholas Christakis dari Harvard amedical Scholl dan Prof. James Fowler dari auniversity of California San Diego, menyatakan: ”Apabila Anda bahagia, tetangga yang berada di samping rumah anda akan terdongkrak kebahagiaannya hingga 34%. Virus bahagia ini juga mampu diterima teman yang tinggal sekitar 3 km dari kediaman Anda sebesar 25 %” (Kesehatan Mental, Pebruari 2011).
    Berusaha bahagia sebelum masuk rumah maupun masuk kelas. Pentingkah? Menurut pendapat saya sangalah penting. Saya sering membuat kesepakatan bersama suami dan anak-anak. Berusaha membuat hati bahagia sebelum masuk rumah. Tidak mudah memang. Namun apa salahnya kita saling berusaha menyebarakan kebahagiaan pada saat bertemu. Ada banyak cara yang bisa kita lakukan. Masing-masing memiliki cara yang unik. Cara Suami dan anak-anak tentu saja berbeda dengan cara saya. Namun yang terpenting hasilnya. Tidak masalah prosesnya berbeda yang terpenting kita memiliki niatan yang sama untuk berbagi kebahagiaan ketika tiba di rumah. Apabila salah satu pulang dalam keadaan suntuk, stres atau menyimpan prasangka negatif. Bisa kacau suasana rumah. Satu suntuk yang lain bahagia. Insyallah, anggota keluarga yang suntuk menjadi terasa nyaman dan damai akibat pengaruh kebahagiaan dari anggota keluarga yang lain.
    Begitu juga pada saat masuk kelas. Saya selalu berusaha berpikir positif, supaya perasaan nyaman dan bahagia ketika melakukan proses pembelajaran. Menata hati dan emosi, karena saya mampu memancarkan kebahagiaan, terutama pada saat jam-jam terakhir. Pada saat anak-anak mulai mengalami kejenuhan belajar, karena lelah dan lapar. Benarkah? Buktinya apa?. Apabila saya masuk kelas dalam keadaan lelah dan suntuk, suasana kelas menjadi semakin kacau dan membosankan. Waktu dua jam pelajaran serasa sehari. Namun apabila saya masuk ke dalam kelas dengan penuh semangat, bahagia dan nyaman. Waktu dua jam pelajaran serasa singkat. Kalau tidak percaya tanya saja pada siswa saya. Ha ha ha ... bercanda!
    Bagaimana pengalaman Anda?


    Read More - Bahagia Itu Menular. Benarkah?

    • Digg
    • Del.icio.us
    • StumbleUpon
    • Reddit
    • RSS